
Hingga hari ini, beberapa tahun setelah istrinya berpulang, tidak terlintas dibenaknya untuk menikah lagi. "Dia tidak tergantikan", begitu selalu alasannya. Memiliki wajah tampan untuk usianya yang tidak lagi muda, punya usaha yang mapan , dan anak anak yang sekolahnya sudah tuntas. Mungkin orang akan melihat keteguhan pendiriannya sebagai bukti bahwa dia adalah suami yang ideal yang diimpikan semua mahluk wanita didunia. Pasti dia suami yang penuh perhatian, yang tidak sungkan menunjukkan kasih sayangnya. Pasti dia suami yang tidak akan membiarkan kesedihan singgah dihati istrinya. Pasti dia suami yang memiliki dada dan bahu yang kuat untuk menampung segudang kegundahan istri. Pasti dia suami yang selalu membawa kegembiraan disetiap nafas. Pasti dia suami yang setia.
Gambaran suami seperti itulah yang selalu didambakan almarhumah istrinya. Sama seperti pasangan lain didunia yang membawa mimpi masa kecilnya. Mimpi tentang kehidupan pernikahan yang didongengkan banyak ibu sebelum anak tidur selalu indah"..and finally, they lived happily ever after". Klik! Lampu dimatikan, dan anak tidur dengan mimpi pangeran tampan dan putri jelita yang hidup berbahagia,selamanya.
Sulit membedakan antara dongeng dan kenyataan. Hidup dengan bekal dongeng hanya akan membuat kecewa, krn akhir cerita belum tentu seperti cerita ibu. Salah ibu? Ya bukan. Lalu salah siapa? Salah manusia yang tidak berusaha menciptakan cerita cerita indah dari kehidupan nyata. Cerita yang bisa jadi dongeng anak cucu, dan pantas ditiru.
Kalau saja waktu bisa ditarik mundur.
Terima kasih sahabat, atas pelajaran berharga yang ditinggalkan, untuk kami yang masih ada.
(Song; Lagu untuk Riri. By RAN. Atas usul Hakim)
Gambaran suami seperti itulah yang selalu didambakan almarhumah istrinya. Sama seperti pasangan lain didunia yang membawa mimpi masa kecilnya. Mimpi tentang kehidupan pernikahan yang didongengkan banyak ibu sebelum anak tidur selalu indah"..and finally, they lived happily ever after". Klik! Lampu dimatikan, dan anak tidur dengan mimpi pangeran tampan dan putri jelita yang hidup berbahagia,selamanya.
Sulit membedakan antara dongeng dan kenyataan. Hidup dengan bekal dongeng hanya akan membuat kecewa, krn akhir cerita belum tentu seperti cerita ibu. Salah ibu? Ya bukan. Lalu salah siapa? Salah manusia yang tidak berusaha menciptakan cerita cerita indah dari kehidupan nyata. Cerita yang bisa jadi dongeng anak cucu, dan pantas ditiru.
Kalau saja waktu bisa ditarik mundur.
Terima kasih sahabat, atas pelajaran berharga yang ditinggalkan, untuk kami yang masih ada.
(Song; Lagu untuk Riri. By RAN. Atas usul Hakim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar